BAB 5
PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
PERKEMBANGAN
PENGUNGKAPAN
Standard
dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya, dan faktor-faktor lainnya.
Di
amerika Serikat, Inggris Raya dan Anglo-Amerika lainnya, ekuitas pasar palong
berjasa dalam menyediakan keuangan bagi perusahaan dan menjadi sangat maju,
Sedangkan, Di negara-negara seperti Perancis, Jerman, Jepang dan berbagai
negara dengan pasar yang baru muncul, pemegang saham tetap berkonsentrasi dan
bank secara tradisional telah menjadi sumber keuangan utama perusahaan.
PENGUNGKAPAN
SUKARELA
Manajer
harus memiliki insiatif untuk mengungkap informasi mengenai performa perusahaan
secara sukarela. Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya
transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang
lebih tinggi dari analis keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas saham
dan biaya modal yang lebih rendah. Laporan yang diungkapkan meliputi tuntunan
bagaimana perusahaan bisa menggambarkan dan menjelaskan investasi potensial
mereka kepada investor.
KEBUTUHAN
PENGATURAN PENGUNGKAPAN
Frost
dan Lang membahas dua objek investor berorientasi pasar, yaitu:
1.Proteksi Investor
Investor
dijamin dengan informasi dan dilindungi dengan pelaksanaan dan pengawasan
peraturan pasar.
2.Kualitas Pasar
Pasar
adalah adil, tersusun, efisien, dan bebas dari penyalahgunaan dan perbuatan
jahat.
Frost
dan Lang juga mengulas empat prinsip pada investor yang berorientasi pasar yang
harus dijalankan, yaitu:
1.Keefektifan biaya.
2.Fleksibilitas dan kebebasan pasar.
3.Laporan keuangan transparan dan pengungkapan menyeluruh.
4.Perlakuan setara perusahaan domestic dan asing.
PEMBAHASAN
LAPORAN KEUANGAN SEC AMERIKA SERIKAT
SEC
secara umum mewajibkan pendaftar asing untuk melengkapi informasi keuangan yang
pada hakikatnya sama dengan yang dibutuhkan perusahaan domestic. Syarat laporan
SEC secara umum konsisten dengan sasaran proteksi investor dan kualitas pasar.
Akan tetapi, kebutuhan laporan yang kuat mungkin merahin tujuan proteksi
investor pada kesempatan mengurangi biaya investasi modal atau mengesankan
biaya transaksi tinggi dalam berinvestasi.
PRAKTIK
PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
1. PENGUNGKAPAN INFORMASI PROGRESIF
Pengungkapan
informasi progresif adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam kesetaraan
pasar dunia.
Istilah
informasi progresif meliputi :
·
Perkiraan pendapatan, laba (rugi),
arus kas, pengeluaran modal dan hal-hal keuangan lainnya.
·
Tujuan informasi mengenai kinerja
dan posisi ekonomi di masa depan yang tidak menentu daripada perkiraan
menyangkut ptoyek, periode fiscal, dan proyeksi jumlah.
·
Laporan program dan sasaran
manajemen untuk usaha masa depan.
2. PENGUNGKAPAN
SEGMEN
Pengungkapan
segmen lebih membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami bagaimana
bagian-bagian perusahaan menata semuanya, baik secara usaha reveal ataupun
letak geografis.
3. PELAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL
Laporan
pertanggungjawaban sosial mengacu pda pengukuran dan komunikasi informasi
tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas sosial dan
lingkungan.
Informasi
mengenai kesejahteraan pegawai menyangkut hal-hal: kondisi pekerjaan; keamanan
bekerja;kesempatan yang sama; aneka ragam pekerjaan; dan buruh anak-anak.
PENGUNGKAPAN
KHUSUS BAGI PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN NON-DOMESTIK DAN PRINSIP AKUNTANSI YANG
DIGUNAKAN
Pengungkapan
meliputi:
1.“laporan ulang yang mudah” tentang informasi keuangan ke
dalam mata uang asing.
2.pembahasan perbedaan antara prinsip akuntansi yang digunakan
dalam laporan keuangan utama dan beberapa ketetapan prinsip akuntansi lainnya.
3. posisi dan laporan keuangan ulang terbatas di ketetapan
standar akuntansi yang kedua.
4.sebuah laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan
dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua.
PENGUNGKAPAN
PENGELOLAAN PERUSAHAAN
Pengelolaan
perusahaan berhubungan dengan sarana internal di mana perusahaan dijalankan
atau dikendalikan-tanggungjawab, akuntabilitas, hubungan di antara pemegang
saham, anggota direksi, dan manajer yang disusun supaya mencapai pemegang
saham, anggota direksi dan manajer yang disusun dupaya mencapai sasaran
perusahaan
Empat
komponen dari rancangan kerja menurut Dallas, yaitu:
1.Infrastruktur pasar
·
pola kepemilikan
·
tingkatan di mana perusahaan
terdaftar secara umum
·
hak-hak kepemilikan
·
pasar untuk kendali korporasi
·
struktur dewan
2.Lingkungan hukum
·
jenis system hukum
·
hak-hak pemegang saham/penyokong
dana
·
ketetapan perusahaan/sekuritas
3.Lingkungan peraturan
·
dewan pengatur dan bidangnya
·
celah/kelengkapan pengaturan
·
persyaratan informasi dan waktu
·
efektivitas pelaksanaan
4.Infrastruktur informasi
·
standar akuntansi
·
standar audit
·
struktur akuntansi/profesi audit
PENGUNGKAPAN
DAN LAPORAN BISNIS DI INTERNET
Web
juga bisa digunakan untuk penyebaran informasi interaktif yang tidak serupa
dengan media cetak. Sebuah perkembangan penting yang akan memfasilitasi
pelaporan bisnis melalui Web adalah eXtensible Business Reporting Language
(XBRL). XBRL adalah sebuah system penamaan informasi atau data. Pengelompokkan
XBRL telah dikembangkan untuk GAAP Amerika Serikat dan Jerman serta IFRS, yang
mampu membuat persiapan laporan keuangan sesuai dengan semua standar akuntansi.
PENGUNGKAPAN
LAPORAN TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA DENGAN PASAR BARU MUNCUL
Pengungkapan
dalam laporan tahunan perusahaan dari negara dengan pasar baru muncul biasanya
kurang luas dan kurang dapat dipercaya daripada semua perusahaan dari negara
berkembang. Level pengungkapan yang rendah di negara dengan pasar yang baru
muncul konsisten dengan system pemerintahan dan keuangan perusahaan mereka.
IMPLIKASI
BAGI PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN MANAJER
Manajer
dinegara dengan tradisi pengungkapan yang rendah harus memahami apakah
pemakaian kebijakan yang mempertinggi pengungkapan bisa memberikan keuntungan
yang signifikan untuk perusahaan mereka. Manajer yang memutuskan untuk
mempertinggi pengungkapan di area investor dan analisis yang dianggap penting,
seperti segmen dan rekonsiliasi pengungkapan, bisa mendatangkan keuntungan yang
kompetitif terhadap perusahaan dengan kebijakan pengungkapan yang terbatas.
Sumber
: Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1
Edisi 6. 2010: Salemba Empat.
BAB 6
TRANSLASI MATA UANG ASING
A. ALASAN TRANSLASI MATA UANG ASING
Banyak
permasalahan yang berhubungan dengan translasi mata uang asing muncul dari
fakta bahwa nilai relatif mata uang asing hampir tidak pernah stabil. Tingkat
variabelitas nilai tukar, dikombinasikan dengan perbedaan antara metode
translasi mata uang asing dan penanganan terhadap translasi mata uang asing
keuntungan dan kerugian, semakin mempersulit untuk dapat membandingkan hasil
suatu perusahaan dengan prusahaan lainnya, ataupun perbandingan dalam suatu
perusahaan dari periode satu dengan periode lainnya.
Terdapat
tiga alasan tambahan dalam translasi mata uang asing : mencatat transaksi mata
uang asing, mempehitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang`,
dan berkomunikasi dengan peminat saham asing. Akhirnya kenaikan jumlah investasi
internasional meningkatkan kebutuhan untuk menyampaikan informasi pembukuan
perusahaan yang berdomisili pada satu negara kepada para investor di negara
lainnya.
B. LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Translasi
mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti
saat neraca menggunakan poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang dalam
padanannya dolar AS. Mata uang pada perdagangan negara-negara utama dibeli atau
dijual pada pasar global. Peserta pasar termasuk bank dan perantara keuangan
lainnya, perusahaan bisnis, individu, dan pedagang internasional dihubungkan
oleh jaringan komunikasi modern.
Transaksi
mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar
swap. Nearaca hasil translasi mata uang asing dilakukan bai dengan translasi
langsung ataupun translasi tidak langsung.
C. EFEK LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI
MATA UANG ASING
Tiga kurs translasi dibawah ini dapat digunakan untuk mentranskasikan neraca
mata uang asing terhadap mata uang domestik. Pertama, kurs saat ini, adalah
kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan. Kedua, adalah kurs historis,
yang merupakan translasi mata uang yang berlaku saat aset dengan mata uang
asing pertama kali didapatkan atau asaat kewajiban dengan mata uang asing
pertama kali muncul. yang terakhir, kurs rata-rata, yaitu nilai rat-rata biasa
atau dengan pembobotan naik pada kurs historis atau saat itu. Kurs historis
pada umumnya menjaga padanannya biaya awal item mata uang asing dalam laporan
keuangan domestik.
Transaksi Mata Uang Asing
Perbedaan karakteristik pada transaksi mata uang asing adalah perjanjian yang
dipengaruhi oleh mata uang asing.
Transaksi mata uang asing mungkin menggunakan satu mata uang akan tetapi
dihitung dengan mata uang lain. Untuk mengerti alasannya, pertama-tama
pertimbangkan gagasan mengenai mata uang fungsional.
FAS No. 52 keputusan pihak yang berwenang AS pada akuntansi untuk mata uang
asing, mengamanatkan persyaratan untuk transaksi mata uang asing
1. Pada tanggal transaksi diakui, setiap aset, kewajiban, pendapatan, beban,
keuntungan atau kerugian yang muncul harus dihitung dan dicatat dalam mata uang
fungsional dalam catatan secara keseluruhan dengan pengaruh nilai tukar pada
saat itu.
2. Pada setiap tanggal neraca, neraca tercatat yang menggunakan mata uang
selain mata uang fungsional ik pada pencatatan harus disesuaikan untuk
menggambarkan nilai tuka saat itu.
Terdapat dua cara untuk melakukan pembukuan bagi keuntungan dan kerugian
transaksi
1. Perspektif Transaksi Tunggal
Pada transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik stabil atau tidak)
dimasukkan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan
bahwa transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal
2. Perspektif Ganda
Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang krona mempertimbangkan
kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.
Untuk tujuan keseragaman FAS No.52 membutuhkan metode pembukuan transaksi ganda
untuk transaksi mata uang asing.
D. TRANSLASI MATA UANG ASING
Perusahaan yang beroperasi secara internasioanal
menggunakan berbagai metode untuk menunjukkan aset, utang, pendapatan, dan
beban dalam mata uang domestik yang
dinyatakan dalam mata uang asing.
Metode mata uang asing, seperti
1. Metode Nilai Tukar tunggal
Metode nilai tukar tunggal , yang diketahui juga sebagai metode kurs saat ini,
telah lama populer di EropaMetode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal,
harga penutupan atau harga saat itu, terhadap semua saham dan utang asing. Pada
metode ini, laporan keuangan operasional asing memiliki laporan domisili
tersendiri
2. Metode Nilai Tukar Ganda
Metode nilai tukar ganda mengombinasikan kurs saat ini dan kurs historis dalam
proses translasi mata uang asingnya
a. Metode Current-Noncurrent
Pada metode ini, aset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat itu dan utang
lancar ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan
keuangannya dengan kurs saat ini.
b. Metode Moneter-Nonmoneter
Metode ini juga menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan nilai
tukar mata uang asing yang sesuai. Aset dan kewajiban moneter ditranslasikan
dalam kurs saat ini.
c. Metode Kurs Sementara
Dengan metode ini, translasi mata uang asing tidak mengubah sifat sebuah item
yang dihitung, hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan saja. Pada metode
ini, item moneter seperti kas, piutang, dan utang ditranslasikan dalam kurs
saat itu.
Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing
Secara internasional, perlakuan akuntansi terhadap penyesuaian tersebut sama
banyaknya dengan prosedur translasi mata uang asing.Pendekatan akuntansi untuk
penyesuaian translasi mta uang asing mulai dari penangguhan hingga tidak ada
penangguan dengan pendekatan hybrid pada keduanya
a. Penangguhan
b.Penangguhan dan Amortisasi
c. Penangguhan sebagian
d. Tidak ada penangguhan
E. PENGEMBANGAN AKUNTANSI TRANSLASI MATA UANG ASING
Praktik akuntansi mata uang asing telah berkembang seiring waktu dalam respons
terhadap meningkatnya kompleksitas operasional multinasional dan perubahan
dalam sistem moneter internasional
· Pra-1965
Sebelum 1965 praktik translasi mata uang asing pada banyak perusahaan AS
dipandu oleh Bab 12 Accounting Research Bulletin No.43. Pernyataan tersebut
mengadvokasi metode current-noncurrent. Keuntungan dan kerugian transaksi
ditambahkan secara langsung terhadap pendapatan. Keuntungan dan kerugian
translasi mata uang asing dimasukkan ke dalam keuntungan selama periode yang
ada. Kerugiannya diakui dalam pendapatan lancar.
· 1965-1975
ARB No.43 memperoleh beberapa pengecualian khusus dalam metode current-noncurrent.
Dalam keadaan khusus persediaan dapat ditranslasikan dengan kurs historis.
Lebih jauh, translasi mata uang asing seluruh pembayaran dan penerimaan mata
uang asing pada kurs saat ini tersebut diperbolehkan setelah accounting
principles board opinion No.6 dikeluarkan pada tahun 1965. Perusahaan tersebut
memberikan pilihan translasi mata uang asing lain bagi perusahaan dalam ARB
No.43
· 1975-1981
Untuk mengakhiri perbedaan metode pada standar translasi mata uang asing
sebelumnya, Financial acccounting Standards board (FASB) mengeluarkan FAS No.8
pada tahun 1975. Pernyataan ini secara segnifikan mengubah praktik perusahaan
asing AS dalam memasukkan GAAP AS dengan menerima metode translasi mata uang
asing kurs sementaraFAS No. 8 ternyata kontroversial. Sementara beberapa
menghargai usulan yang teoritis, banyak yang tidak menyetujui atas ditorsi yang
ditimbulkan dalam pendapatan perusahaan.
· 1981-sekarang
Pada bulan mei 1978, FASB mengundang komentar masyarakat tentang 12 keputusan
pertamanya. FASB mempertimbangkan FAS No.8 dan setelah beragam public meeting
dan dua penjelasan berkas, akhirnya mengeluarkan statement of Financial
Accounting Standards No.52 pada tahun 1981.
F. GAMBARAN STANDARD NO.52/STANDAR
AKUNTANSI INTERNASIONAL
Tujuan translasi mata uang asing dalam FAS No.8
berbeda secara substansi dari FAS No.52 FAS No.8, mengadopsi perspektif
induk perusahaan dengan memberi syarat bahwa laporan keuangan mata uang asing
dipresentasikan jika seluruh transasi mengikuti mata uang yang digunakan induk
perusahaan. Lebih jauh, mata uang fungsional menunjukkan pilihan metode
translasi mata uang asing yang digunakan untuk tujuan usaha gabungan dan
disposisi keuntungan dan kerugian nilai tukar.
Translasi Saat Mata Uang Lokal adalah Mata Uang Fungsional
Jika mata uang fungsional dalah mata uang asing yang tercatat dan dimasukkan,
maka laporan keuangannya ditraslasikan ke dalam dolar menggunakan metode kurs
saat ini. Hasil keuntungan dan kerugian traslasi mata uang asing diungkapkan
dalam komponen yang terpisah dalam ekuitas gabungan.Hal tersebut menjaga rasio
laporan keuangan karena dikalkulasikan dari pernyataan mata uang lokal.
Translasi saat Mata Uang Induk Perusahaan adalah Mata Uang Fungsional
Saat mata uang induk perusahaan adalah mata uang fungsional asing gabungan,
laporan keuangan mata uang asing tersebut akan dihitung terhadap dolar
menggunakan metode kurs sementara. Seluruh keuntungan dan kerugian translasi
mata uang asing muncul dari proses translasi mata uang asing dimasukkan dalam
perhitungan current-periode income
Translasi saat Mata Uang Asing adalah Mata Uang Fungsional
Usaha gabungan asing mungkin akan tetap mencatat pembukuannya dalam satu mata
uang asing saat mata uang fungsionalnya adalah mata uang asing lain. Dalam
situasi ini, laporan keuangan akan dihitung ulang dari mata uang lokal ke dalam
mata uang fungsional (metode kurs sementara) lalu ditranslasikan ke dalam dolar
AS menggunakan kurs saat ini.
G. PERMASALAHAN PERHITUNGAN
Para pengguna akun gabungan harus mengerti
beberapa permasalahan jika mereka ingin menginterpretasikan dengan tepat efek
keuangan akibat translasi mata uang asing. Beberapa permasalahan tersebut
adalah
a. Perspektif Laporan
b. Apa yang terjadi dengan Harga Perolehan
c. Konsep Pendapatan
d. Laba Terkelola
Sumber : Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek.
International Accounting. Buku 1 Edisi 6.2010: Salemba Empat.
BAB 7
PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN
HARGA
1. Perubahan Harga
Perubahan harga umum terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan
jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Unit-unit moneter memperoleh
keuntungan atau mengalami kerugian daya beli. Kenaikan harga secara keseluruhan
disebut sebagai inflasi (inflation), sedangkan penurunan harga disebut sebagai
deflasi (deflation).
Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang atau jasa
tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan penawaran. Jadi
laju inflasi per tahun dalam suatu negara mungkin berkisar sekitar 5%,
sementara harga satu unit apartemen dengan satu kamar tidur mungkin meningkat
sebesar 50% selama periode yang sama.
2. Laporan Keuangan Memiliki Potensi Untuk Menyesatkan Selama Periode
Perubahan Harga
Selama periode inflasi, nilai aktiva yang dicatat sebesar biaya akuisisi
awalnya jarang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tinggi). Nilai aktiva
yang lebih rendah menghasilkan beban yang dinilai lebih rendah dan laba dinilai
lebih tinggi. Ketidakakuratan pengukuran ini mendistorsi :
(1) proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis,
(2) anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja, dan
(3) data kinerja yang tidak dapat mengisolasi pengaruh inflasi yang tidak dapat
dikendalikan. Laba yang dinilai lebih pada gilirannya akan menyebabkan :
a.Kenaikan dalam proporsi pajak.
b.Permintaan deviden lebih banyak dari pemegang saham.
c.Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari pada pekerja.
d.Tindakan yang merugikan dari negara tuan rumah (pengenaan pajak lebih besar).
3. Jenis Penyesuaian Inflasi
Penyesuaian Tingkat Harga Umum. Jumlah mata uang yang disesuaikan terhadap perubahan
tingkat harga umum (daya beli) disebut sebagai mata uang konstan biaya
histories atau ekuivalen daya beli umum. Jumlah mata uang yang belum
disesuaikan sedemikian rupa disebut sebagai jumlah nominal. Sebagai contoh,
selama periode kenaikan harga, aktiva berumur panjang yang dilaporkan didalam
neraca sebesar biaya akuisisi awalnya dinyatakan dalam mata uang nominal
Penyesuaian Biaya Kini.Model biaya kini berbeda dengan akuntansi yang
konvesional dalam dua aspek utama. Pertama, aktiva tetap dinilai berdasarkan
biaya kini dan bukan biaya historis. Kedua, laba adalah jumlah sumber daya yang
dapat didistribusikan oleh perusahaan dalam suatu periode (tanpa
memperhitungkan komponen pajak), namun tetap dapat mempertahankan kapasitas
produktif atau modal fisik perusahaan.
4. Sudut Pandang Internasional Terhadap Akuntansi Inflasi
Berbagai negara telah mencoba metode inflasi yang berbeda. Praktik aktual juga
mencerminkan pertimbangan paragmatis seperti parahnya laju inflasi nasional dan
pandangan pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh angka akuntansi inflasi.
Mengamati beberapa metode akuntansi inflasi yang berbeda sangat bermanfaat pada
saat menilai kondisi paling mutakhir saat ini.
Amerika Serikat
Pada tahun 1979, FSAB mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(statement of financial accounting standards-SFAS) No. 33. Berjudul “pelaporan
keuangan dan perubahan harga”, pernyataan ini mengharuskan
perusahaan-perusahaan AS yang memiliki persediaan dan aktiva tetap.
Banyak pengguna dan penyusun informasi keuangan yang telah sesuai dengan SFAS
No.33 mengemukakan bahwa :
1. Pengungkapan ganda yang diwajibkan oleh FASB membingungkan.
2. Biaya untuk penyusunan pengungkapan ganda ini terlalu besar.
3. Pengungkapan daya beli konstan biaya historis tidak terlalu bermanfaat bila
dibandingkan data biaya kini.
Inggris
Komite Standar Akuntansi Inggris (Accounting Standard Commitee-ASC) menerbitkan
Pernyataan Standard Praktik Akuntansi 16 (Statement Of Standard Accounting
Practice-SSAP 16). Perbedaan SSAP 16 dengan SFAS 33 yaitu :
1. Apabila standar AS mengharuskan akuntansi dolar konstan dan biaya kini, SSAP
16 mengadopsi hanya metode biaya kini untuk pelaporan eksternal.
2. Apabila penyesuaian inflasi AS berpusat pad laporan laba rugi, laporan biaya
kini di Inggris mewajibkan baik laporan laba rugi dan neraca biaya kini,
beserta pencatatan penjelasan.
Standar di Inggris memperbolehkan tiga pilihan pelaporan :
1. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai laporan keuangan dasar dengan
akun-akun pelengkap biaya historis.
2. Menyajikan akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar dengan
akun-akun pelengkap biaya kini.
3. Menyediakan akun-akun biaya kini sebagai satu-satunya akun yang dilengkapi
dengan informasi biaya historis yang memadai.
Badan Standar Akuntansi Internasional
IASB telah menyimpulkan bahwa laporan posisi keuangan dan kinerja operasi dalam
mata uang lokal menjadi tidak berarti lagi dalam suatu lingkungan yang
mengalami hiperinflasi. Secara khusus laporan keuangan suatu perusahaan yang
melakukan pelaporan dalam mata uang perekonomian hiperinflasi, apakah
didasarkan pada kerangka penilaian biaya historis atau biaya kini, harus
disajikan ulang sesuai dengan daya beli konstan pada tanggal neraca. Aturan ini
juga berlaku untuk angka terkait dalam periode sebelumnya. Keuntungan atau
kerugian daya beli yang terkait dengan posisi kewajiban atau aktiva moneter
bersih dimasukan kedalam laba kini. Perusahaan yang melakukan pelaporan juga
harus mengungkapkan :
a. Fakta bahwa penyajian ulang untuk perubahan dalam daya beli unit pengukuran
telah dilakukan
b. Kerangka dasar penilaian aktiva yang digunakan dalam laporan keuangan utama
yaitu penilaian biaya historis atau biaya kini
c. Identitas dan tingkat indeks harga pada tanggal neraca, beserta dengan
perubahannya selama periode pelaporan
d. Keuntungan atau kerugian moneter bersih selama periode tersebut
5. Isu- isu mengenai inflasi
Terdapat 4 isu akuntansi inflasi diantaranya :
a. Apakah dolar konstan atau biaya kini yang lebih baik mengukur pengaruh
inflasi.
b. Perlakuan akuntansi terhadap keuntungan dan kerugian inflasi.
c. Akuntansi inflasi luar negeri.
d. Menghindari fenomena kejatuhan ganda.
Sumber : Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku
1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.